Mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Gel. 116 Unhas saat melakukan pendataan lapangan dan pemetaan titik lokasi Google Maps di Desa Pancana.
BARRU, BARRU.ID – Dalam upaya mendorong transparansi informasi dan akselerasi digitalisasi wilayah pedesaan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) merampungkan program kerja bertajuk “Pelabelan Titik-Titik Lokasi Desa Pancana Secara Akurat di Google Maps”.
Program berbasis pemetaan geospasial digital ini dilaksanakan secara berkala mulai 22 Juli hingga 7 Agustus 2026 di Desa Pancana, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru.
Dukung SDGs Poin 9 dan Aksesibilitas UMKM Desa
Program inovatif ini digagas sebagai bentuk komitmen nyata civitas akademika Unhas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 9, yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Melalui penataan peta digital ini, fasilitas publik, potensi lokal, serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Pancana diharapkan dapat lebih mudah ditemukan dan diakses oleh masyarakat luas melalui platform Google Maps.
Proses verifikasi data dan pengisian titik koordinat presisi fasilitas lokal di wilayah Desa Pancana.
Jangkau 3 Dusun dan Lakukan 25 Pembaruan Titik Peta
Pelaksanaan pemetaan diawali dengan proses observasi intensif dan pendataan lapangan yang menjangkau tiga wilayah dusun di Desa Pancana, yaitu Dusun Pancana, Dusun Kaworo, dan Dusun Cenrapole.
Penanggung jawab program, Muh. Anil Fauzan Akbar, bersama tim mahasiswa KKN-T Unhas terjun langsung melakukan penentuan koordinat presisi, dokumentasi visual lokasi, hingga verifikasi nama dan kategori tempat. Data empiris tersebut kemudian diproses untuk pengajuan penambahan tempat baru, pembaruan data lokasi lama, maupun penghapusan titik yang sudah tidak valid di peta digital.
Dari serangkaian proses verifikasi teknis tersebut, tim berhasil melakukan 25 tindakan pembaruan lokasi di Google Maps. Hasilnya, sebanyak 21 pengajuan resmi disetujui dan diterbitkan oleh pihak Google Maps—terdiri atas 22 penambahan lokasi baru dan dua pembaruan nama tempat—sementara empat pengajuan lainnya tidak disetujui akibat batasan teknis platform.
“Harapan saya, program ini bisa bermanfaat untuk mengekspos potensi-potensi yang ada di Desa Pancana, termasuk usaha-usaha kecil yang berpotensi agar lebih mudah dikenal dan ditemukan masyarakat,” ujar penanggung jawab program, Muh. Anil Fauzan Akbar.
Mahasiswa KKN-T Unhas berinteraksi dengan warga setempat dalam pengumpulan data dan verifikasi alamat tempat usaha.
Respon Positif Pelaku UMKM Lokal
Dalam proses pengumpulan data, mahasiswa turut melibatkan warga lokal dan para pelaku UMKM secara aktif guna memastikan keakuratan nama tempat, alamat, serta keberadaan fisik lokasi usaha.
Kehadiran program pemetaan digital ini disukai oleh warga setempat. Rismawati, salah seorang pemilik UMKM di Desa Pancana, mengakui keberadaan lokasi usaha yang terdaftar resmi di Google Maps sangat membantu visibilitas bisnisnya.
“Menurut saya ini membantu sekali, apalagi pedagang seperti saya. Tempat ta bisa lebih cepat didapat kalau ada orang yang mencari makanan atau minuman,” tutur Rismawati.
Lengkapi Database dan Buku Saku Digital Demi Keberlanjutan
Guna menjamin keberlanjutan dampak program (sustainability), mahasiswa KKN-T Unhas tidak hanya memperbarui peta digital, tetapi juga menyerahkan paket luaran komprehensif berupa database koordinat lokasi, dokumentasi lapangan, akses QR Code lokasi, serta buku saku digital panduan pemetaan.
Melalui luaran ini, mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Gelombang 116 Unhas berharap pemerintah desa bersama warga Desa Pancana dapat terus memperbarui informasi geospasial wilayah mereka secara mandiri setelah masa KKN berakhir.
Posting Komentar untuk "Mudahkan Warga Cari Lokasi, KKN-T Unhas Garap Pemetaan Google Maps di Desa Pancana"