Sungai Meluap Pasca Hujan Deras, Ratusan Bibit Padi Petani Desa Kading Hanyut Tersapu Arus


BARRU, desa.kibarbarru.com – Harapan para petani di Desa Kading, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, untuk memulai musim tanam dengan tenang terpaksa pupus lebih awal. Cuaca ekstrem berupa hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Rabu siang (20/5/2026), memicu luapan sungai yang merendam areal persawahan produktif warga.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, debit air sungai setempat meningkat drastis dalam waktu yang sangat singkat. Akibatnya, terjangan air langsung mengepung petak-petak sawah, membuat para petani pontang-panting dan tidak sempat menyelamatkan bibit padi mereka yang sebenarnya sudah siap tanam.

Arus Datang Tiba-tiba saat Petani Istirahat dan Makan Siang

Salah satu petani setempat, Ari, menuturkan bahwa hantaman luapan air datang secara tiba-tiba dan bergerak liar saat dirinya sedang melepaskan penat di sekitar lokasi persawahan.

“Saya sedang istirahat di pondok sawah ketika air mulai meluap dan masuk ke sawah. Airnya naik sangat cepat setelah hujan deras tadi siang,” ujar Ari dengan nada lesu saat ditemui di lokasi kejadian.

Kondisi serupa dialami oleh petani lainnya di Desa Kading. Ganasnya arus sungai memaksa mereka merelakan belasan ikat bibit padi yang telah disiapkan berhari-hari, hanyut begitu saja terbawa arus.

Ia mengaku, saat petaka itu datang, dirinya sedang pulang ke rumah untuk makan siang. Begitu kembali ke areal persawahan, bibit yang sedianya akan ditanam di area dekat bendungan sudah raib tak berbekas disapu arus sungai yang deras.

“Ada sekitar 10 ikat bibit saya yang hanyut. Rencananya bibit-bibit itu mau ditanam di dekat bendungan,” ungkapnya meratapi sawahnya yang kini berubah menyerupai hamparan rawa.

Petani Terancam Gagal Tanam, Total Kerugian Masih Didata

Hingga Rabu sore, genangan air banjir terpantau masih merendam sebagian besar areal persawahan di Desa Kading. Dampak dari bencana musiman ini dipastikan bakal memukul perekonomian warga sektor agraria setempat.

Selain harus menelan kerugian materiil akibat kehilangan bibit siap tanam, para petani kini dihantui ancaman keterlambatan masa tanam secara massal, serta potensi rusaknya struktur lahan yang telah mereka gemburkan dan siapkan jauh-jauh hari.

Sejauh ini, jajaran petani di Desa Kading hanya bisa pasrah dan memilih bersiaga di sekitar lokasi sambil menunggu debit air sungai surut, sebelum menentukan langkah mitigasi selanjutnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan ataupun rilis resmi dari instansi terkait, baik dari pihak Pemerintah Desa Kading maupun Dinas Pertanian Kabupaten Barru, mengenai total luas lahan sawah yang terdampak serta estimasi kerugian materiil yang diderita para petani.


Editor: Redaksi desa.kibarbarru.com
Sumber: Laporan Langsung Kontributor Tanete Riaja

Posting Komentar untuk "Sungai Meluap Pasca Hujan Deras, Ratusan Bibit Padi Petani Desa Kading Hanyut Tersapu Arus"