Sambil Panen Padi di Lempang, Petani Gattareng Pujananting Mulai Dorong Akselerasi Budidaya Kopi Rp70 Ribu per Kg


BARRU, desa.kibarbarru.com – Dinamika sektor pertanian di wilayah dataran tinggi Kabupaten Barru terus menunjukkan geliat yang menjanjikan. Bertempat di hamparan persawahan Dusun Lempang, Desa Gattareng, Kecamatan Pujananting, prosesi panen padi perdana resmi dimulai dengan suasana produktif dan penuh optimisme, Selasa (19/5/2026).

Keberlangsungan panen raya lokal ini digerakkan langsung oleh tokoh pemuda sekaligus petani setempat, A. Maskur, S.Kep., Ners., M.Kes., bersama Jusman Ali. Berkat intervensi modernisasi pertanian berupa bantuan mesin pemanen combine harvester, proses pemotongan hingga perontokan gabah berjalan dengan sangat cepat dan lancar.

Selama ini, Desa Gattareng memang dikenal sebagai salah satu lumbung agraris di Kecamatan Pujananting yang menempatkan sektor persawahan sebagai tumpuan utama urat nadi perekonomian warga. Saat ini, iklim pasar juga terbilang positif dengan harga gabah di tingkat petani yang stabil berkisar di angka Rp7.500 per kilogram.

Gagas Diversifikasi Tanaman demi Pendapatan Jangka Panjang

Di sela-sela kesibukan mengawal mesin panen, A. Maskur yang memiliki latar belakang akademis kesehatan namun aktif mengelola lahan pertanian ini, melempar sebuah gagasan visioner. Ia mengajak kelompok tani dan warga setempat untuk tidak sekadar bergantung pada tanaman semusim, melainkan mulai melirik pengembangan perkebunan kopi secara intensif.

Menurutnya, langkah diversifikasi (penganekaragaman) tanaman ini merupakan strategi taktis untuk menciptakan sabuk pengaman ekonomi baru bagi rumah tangga petani di pelosok.

“Anak muda dan petani harus jeli melihat masa depan. Alhamdulillah, hasil panen padi kita tahun ini cukup memuaskan. Namun, kita juga wajib memikirkan ketahanan ekonomi jangka panjang. Saya mengajak warga untuk mulai membuka diri berkebun kopi. Ini penting agar ada tambahan pendapatan yang menjanjikan selain dari sektor padi dan kacang tanah,” urai A. Maskur optimis saat ditemui langsung di lokasi persawahan.

Lebih lanjut, ia menilai karakteristik struktur tanah, tingkat kesuburan, serta faktor ketinggian geografis wilayah Pujananting sangat ideal dan potensial untuk ditanami komoditas kopi berkualitas tinggi. Saat ini, beberapa warga diakui sudah mulai melakukan uji coba penanaman, meski cakupannya masih dalam skala kecil dan tradisional.

Magnet Ekonomi: Harga Kopi Tembus Rp70.000 per Kilogram

Peluang emas budidaya kopi di Pujananting ini bukan sekadar isapan jempol. Hal tersebut diperkuat oleh kalkulasi pasar dari Iksan Rompa, seorang pengusaha lokal yang bergerak di bidang jual beli hasil bumi seperti kopi dan porang. Iksan membeberkan bahwa komoditas kopi dari wilayah pegunungan Barru saat ini tengah naik daun dan memiliki nilai tawar yang sangat tinggi di pasaran.

“Harga biji kopi di tingkat lokal saat ini sudah menyentuh angka Rp70.000 per kilogram. Bahkan, jika petani mau melakukan proses pascapanen yang baik seperti penyortiran kualitas (grading), harganya dipastikan bisa melambung jauh di atas itu,” ungkap Iksan memberikan rincian potensi profit.

Efisiensi Mekanisasi dan Harapan Pendampingan Pemerintah

Sementara itu, Jusman Ali yang turut mendampingi proses panen di Dusun Lempang mengakui bahwa masuknya teknologi mesin combine harvester memberikan dampak efisiensi yang luar biasa bagi para petani.

“Dulu kalau pakai cara manual, panen satu hamparan bisa memakan waktu 3 sampai 4 hari dan menguras biaya upah tenaga kerja yang besar. Sekarang dengan mesin, tidak sampai sehari sudah selesai bersih,” singkatnya.

Langkah berani para petani Gattareng untuk mulai mengombinasikan sektor pangan (padi) dan sektor perkebunan (kopi) ini dinilai sangat sejalan dengan program strategis Pemerintah Kabupaten Barru dalam memperkuat ketahanan pangan serta kemandirian ekonomi desa.

Kini, warga Desa Gattareng menaruh harapan besar kepada instansi terkait agar ke depan ada program pendampingan teknis secara berkala, penyuluhan metode tanam yang modern, serta bantuan bibit kopi unggul agar komoditas emas hitam ini bisa menjadi pilar baru kemakmuran masyarakat Pujananting.


Laporan: Jumasri
Editor: Redaksi desa.kibarbarru.com

Posting Komentar untuk "Sambil Panen Padi di Lempang, Petani Gattareng Pujananting Mulai Dorong Akselerasi Budidaya Kopi Rp70 Ribu per Kg"